Masih adakah Malaria?


Akhir-akhir ini saya dengan blogger lampung menghadiri acara Kementerian Kesehatan RI.
Kegiatan ini tenyata dalam rangka memperingatai hari malaria, Hari Malaria Sedunia Pada Sidang Majelis Kesehatan Sedunia atau World Health Assambly - WHA ke 60 tanggal 1823 Mei 2007 telah disepakati komitmen global tentang eliminasi malaria.
Selain itu disepakati untuk memperingati Hari Malaria Sedunia setiap tanggal 25 April.
Peringatan Hari Malaria Sedunia dimaksudkan untuk meningkatkan awareness dan komitmen semua komponen bangsa tentang pencegahan dan pengendalian malaria menuju eliminasi
Tak hanya itu kami mendapat materi dari Hubungan Media dan Lembaga Kemenkes RI, Indra Rizon; Kadis Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. Hj. Reihana, M.Kes; Kadinkes Provinsi Lampung, Dr Anita; dan Dr. Nadia.
Nah sebelumnya temen-temen tau gak ternyata nyamuk adalah salah satu hewan yang lebih berbahaya dari pada ular. Eh maksudnya bahaya gimana? Nih ya, nyamuk adlah hewan yang paling banyak menelan korban. Seperti, Demam Berdarah, Kaki gajah dan salah satunya Malaria.
Malaria pasti sangat dekat dengan sakitnya orang jaman dulu, jaman emak bapak kita dulu. Nah, tapi ternyata malaria kinipun tetap hits. Malaria dapat menyerang semua orang, laki – laki, perempuan, dan semua golongan umur, termasuk bayi dan anak- anak
Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit, parasit Plasmodium.
Nah, parasit ini hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia dan ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles) betina.
Bahaya Penyakit Malaria
Adapun bahaya dari penyakit malaria ketika menyerang tubuh kita adalah sebagai berikut:
Anemia, yaitu terjadinya kekurangan darah pada penderita malaria karena sel – sel darah merah banyak yang hancur dirusak oleh plasmodium.
a. Malaria pada Ibu hamil dapat
menyebabkan :
1.      Bayi lahir mati
2.      Bayi lahir dengan berat badan rendah
3.      Bayi lahir dengan anemia
4.      Ibu hamil dapat meninggal
b. Anemia juga menyebabkan daya tahan tubuh menurun :
1.      Mudah terkena infeksi penyakit lain
2.      Daya kerja menurun
3.      Dapat menjadi bodoh karena pertumbuhan otak terganggu
Manifestasi Malaria berat dapat berupa demam tinggi, penurunan kesadaran, koma, pendarahan spontan, kegagalan multi organ sampai menyebabkan kematian.
Gejala Terserang Penyakit Malaria
Adapun, gejala yang ditimbulkan ketika terserang penyakit malaria adalah sebagai berikut:
-      Demam,
-      Menggigil berkeringat dan dapat disertai sakit kepala, mual, muntah, diare dan nyeri otot atau pegal–pegal (gejala lokal spesifik).
Cara Penularan Malaria
Dari Gejala-gejala diatas, kita juga perlu tahu cara penularan malaria.
Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria (Anopheles sp) betina yang mengandung parasit malaria kepada orang yang sehat.
Siapa saja yang berisiko terkena malaria? Penyakit malaria menyerang orang yang tinggal/pernah bermalam di daerah endemis malaria.
Baik itu karena pekerjaan dan kebiasaan berpindah (Wisatawan, TNI, Polri, pekerja tambang, perambah hutan dll.)
Cara Mengenali Daerah endemis malaria
Daerah endemis Malaria adalah daerah yang terdapat penularan malaria atau daerah yang selalu ditemukan kasus malaria.
Daerah endemis dibagi menjadi 3, berdasarkan insiden malarianya, yaitu endemis tinggi, endemis sedang dan endemis rendah.
Pada tahun 2018 terdapat 28 kabupaten endemis tinggi yang ditemukan di 4 (empat) provinsi yaitu: Papua, Papua Barat, NTT, dan Kalimantan Timur.
Sedangkan daerah yang sudah tidak terdapat penularan setempat malaria disebut dengan daerah pemeliharaan.
Cara paling aman untuk terhindar dari malaria ?
a. Menghindari gigitan nyamuk malaria dengan :
-      Tidur di dalam kelambu anti nyamuk
-      Pada malam hari berada di dalam rumah.
-      Apabila keluar rumah pada malam hari hendaknya memakai pakaian yang dapat menutup badan seperti celana panjang, baju tangan panjang, sarung dan lain-lain
-      Mengolesi tubuh dengan obat anti gigitan nyamuk (repellent).
-      Memakai obat nyamuk bakar atau menyemprot ruangan dengan obat anti nyamuk.
-      Memasang kawat kasa pada jendela atau ventilasi ruangan.
-      Menjauhkan kandang ternak dari tempat tinggal
-      Perilaku gigitan nyamuk adalah antara pukul 6 sore sampai dengan pukul 6 pagi.
b. Mencegah adanya tempattempat hinggap/ istirahat nyamuk dan memberantas sarang nyamuk malaria, dengan
-      Mengalirkan genangangenangan air
-      Membersihkan rumput dan semak di tepi saluran air
-      Membersihkan semaksemak di sekitar rumah
-      Menimbun dengan tanah atau pasir semua genangan air di sekitar rumah
c. Membunuh nyamuk dewasa dengan penyemprotan rumah menggunakan racun serangga (insektisida)
d. Membunuh jentik nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik atau menebarkan larvasida/obat anti larva (jentik) pada genangan air
e. Melestarikan hutan bakau di rawa-rawa sepanjang pantaiCara paling aman untuk terhindar dari malaria ?
a. Menghindari gigitan nyamuk malaria dengan :
-      Tidur di dalam kelambu anti nyamuk
-      Pada malam hari berada di dalam rumah.
-      Apabila keluar rumah pada malam hari hendaknya memakai pakaian yang dapat menutup badan seperti celana panjang, baju tangan panjang, sarung dan lain-lain
-      Mengolesi tubuh dengan obat anti gigitan nyamuk (repellent).
-      Memakai obat nyamuk bakar atau menyemprot ruangan dengan obat anti nyamuk.
-      Memasang kawat kasa pada jendela atau ventilasi ruangan.
-      Menjauhkan kandang ternak dari tempat tinggal
-      Perilaku gigitan nyamuk adalah antara pukul 6 sore sampai dengan pukul 6 pagi.
b. Mencegah adanya tempattempat hinggap/ istirahat nyamuk dan memberantas sarang nyamuk malaria, dengan
-      Mengalirkan genangangenangan air
-      Membersihkan rumput dan semak di tepi saluran air
-      Membersihkan semaksemak di sekitar rumah
-      Menimbun dengan tanah atau pasir semua genangan air di sekitar rumah
c. Membunuh nyamuk dewasa dengan penyemprotan rumah menggunakan racun serangga (insektisida)
d. Membunuh jentik nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik atau menebarkan larvasida/obat anti larva (jentik) pada genangan air
e. Melestarikan hutan bakau di rawa-rawa sepanjang pantai
Sementara, situasi malaria di Dunia dan di Indonesia? Berdasarkan Laporan Word,  dalam Malaria Report (WMR) tahun 2018 melaporkan bahwa terjadi penurunan insiden malaria di dunia sebanyak 8% antara tahun 20102017, yaitu 239 juta kasus tahun 2010 menjadi 219 juta kasus tahun 2017.
Penurunan kasus di Indonesia lebih tinggi yaitu sebanyak 44% dari tahun 2010-2017, kasus tahun 2010 sebanyak 465 ribu menjadi 261 ribu kasus tahun 2017.
Sedangkan pada tahun 2018 total terdapat 222 ribu kasus malaria di Indonesia
Pada akhir tahun 2018 diketahui sebanyak 198 juta atau 75 % penduduk Indonesia telah hidup di daerah bebas malaria dan 285 Kabupaten/Kota telah mencapai status eliminasi malaria.
Eliminasi malaria adalah suatu upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat dalam satu wilayah geografis tertentu.
Setelah eliminasi tercapai tetap ada risiko terjadinya kasus malaria impor, karena vektor malaria masih ada di wilayah tersebut.
Oleh karena itu kegiatan kewaspadaan untuk mencegah penularan kembali malaria harus dilaksanakan secara intensif.
Apa saja tantangan dalam proses pengendalian malaria di Indonesia ?
• Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara pencegahan dan penanggulangan malaria termasuk terhadap wisatawan dan pelaku perjalanan dari dan ke daerah endemis.
• Sinergi peran multi sektoral dalam pengelolaan lingkungan khususnya terkait dengan tempat potensial perindukan nyamuk malaria
• akses layanan kesehatan masyarakat di daerah remot
Jenis Jenis Malaria
Adapun jenis jenis malaria yang bisa kita ketahui di antaranya adalah sebagai berikut:
a. Malaria falsiparum
Disebabkan oleh Plasmodium falciparum, dengan gejala demam. Jenis malaria ini sering berkembang menjadi malaria dengan komplikasi yang menyebabkan kematian
b. Malaria vivaks Disebabkan oleh Plasmodium vivax. Malaria vivax dapat menyebabkan anemia kronik dan juga dapat berkembang menjadi malaria dengan komplikasi
c. Malaria ovale Disebabkan oleh Plasmodium ovale. Manifestasi klinis bersifat ringan
d. Malaria malariae Disebabkan oleh Plasmodium malariae
e. Malaria knowlesi Disebabkan oleh Plasmodium knowlesi, Malaria knowlesi juga dapat berkembang menjadi malaria dengan komplikasi.
Ini Lingkungan yang berisiko menjadi tempat perindukan Nyamuk Malaria
Pada daerah endemis malaria terdapat nyamuk vektor malaria (Anopheles sp.). Nyamuk Anopheles umumnya berkembang biak di lingkungan yang terdapat genangan air seperti rawa-rawa, lagun, muara sungai, tambak dan kolam terbengkalai, saluran irigasi, persawahan dan mata air.
Lingkungan harus dikelola dan dibersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk dengan cara bersama menggerakkan masyarakat untuk :
      Membersihkan lingkungan
      Melancarkan saluran air agar tidak tergenang
      Mengeringkan air yang tergenang
• Membersihkan lumut pada mata air dan danau
      Menebarkan/memelihara ikan pemakan jentik (ikan kepala timah, nila merah, gupi, mujair dll.) di lagun, kali, kolam dan air tergenang lainnya
      Menebarkan larvasida/racun jentik Itulah yang bisa kita pelajari tentang penyakit malaria, fakta-fakta malaria tentang Jenis, Gejala, dan cara pengobatan, serta informasi lainnya.
Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Informasi ini dapat diperoleh dari fact sheet 2019 Bebas Malaria dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Ayo turut berpatisipasi menuju Zero Malaria wujudkan Bebas Malaria Prestasi Bangsa.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Masih adakah Malaria?"

Post a Comment

Terpopuler

Rayakan Hari Anak Nasional Di Pulau Pasaran, Lampung

Saya Anak Indonesia, Saya Gembira Mendung tak berarti hujan, begitulah kira-kira suasana pagi itu sebelum keberangkatan aku menuju...