L Burger Kota Bandar Lampung



Burger Bandar Lampung
Aku Gemeteran Liat Kamu

LBurger Kota Bandar Lampung- Jadwal yang padat merayap dihari sabtu 28 Oktober 2017, pagi harus bertemu dengan urusan kampus berpindah ke acara bersama komunitas dan lanjut pergi ke lampung utara.


Dengan jadwal yang padat sempat tak makan siang karena terbur-buru, untung saja agenda siang kemarin bertemu dengan kak Toni. Seorang pemuda pemilik sanggar Kesenian dan lincah dalam menari, akhir-akhir ini sedang getol belajar berwirausaha di bidang kuliner.
 
si hitam dan si kuning
L burger merupakan usaha yang dirintis oleh Kak Toni ini, dengan jargon Lampung Punya Burger ini mulai membuat perut-perut para pecinta burger bergetar. Kebetulan sekali sebelum menyambangi lampung utara,  saya dan tim Tapis Blogger mampir ke kedai kak Toni ini untuk mengisi perut yang sudah kosong dan siap di isi.

Penampakan kedai L Burger
Kak Toni Asyik buat burger
Kami berempat mendahului ke tujuh orang lainnya untuk menyambangi kedai kak Toni, ternyata tempatnya cukup mudah di cari tepatnya di Teras Indomart Jl. Raden Intan (Depan Hotel Amelia), setelah kami bertemu di tempat dan saling menyapa  akhirnya “Langsung saya buatkan saja ya burgernya” nah asyik banget ya saya melototin cara buat burgernya karena takut ada bahan yang tak sehat atau tak boleh di konsumsi tubuh saya yang suka rewel.

Kalau dilihat semua prosesnya hampir beda dengan burger langganan saya yang murah meriah tapi memang kurang sehat. 
Pertama roti, rotinya ada dua warna yang seperti biasa dan warna hitam warna hitamnya ini di peroleh dari bubuk arang tentu ini bubuk arang yang khusus untuk makanan dan tidak berbahaya ya. 
Beda apa kan sama saja dengan burger yang lain ada juga roti hitam? Ya beda dong, nih ya ternyata L Burger Ini rotinya di buat sendiri oleh kak toni dengan ilmu bekry yang di pelajarinya.
Selain roti apalagi yang beda kak? Nah pety nya juga beda, jadi dagingnya dipilih yang 70%lemak yaitu biasanya di bagian paha, daging ini di olah dengan  tepung dan ditambah dengan daun adas, tepung roti, panir, bawang, kecap dan rempah lainya. Selain roti dan daging yang hand made ala L Burger, Kak toni juga meracik mayonice menjadi saus tartar. Saus tartar ini di campur dengan daun adas dan berbagai rempah sehingga memiliki rasa khas dan berbeda dari mayonice yang dicampurkan ke burger lainnya.
 
L Burger Kota Bandar Lampung
di panggang dulu yahh
Burger hitam
L Burger berfokus memberikan kenikmatan pada lidah pembeli di mulai dari gigitan pertama, menurut pemaparan kak toni berdasarkan survei yang telah dilakukan untuk memilih burger orang akan memilih berdasarkan rasa roti dan daging, maka dari itu L Burger mulai berfokus pada dua poin kenikmatan rasa itu dan menciptakan rassa yang benar-benar akan dirindukan oleh penikmatnya.
 
Setelah mendengarkan penjelasan tadi saya dan teman-teman makin penasaran dengan nikmatnya roti-roti yang telah masuk oven tuk di panggang bersama dengan dagingnya. Kurang lebih 5-10 menit, setumpuk berger di sajikan di atas nampan cantik dimeja kami dengan saus sambal. Duh sudah tak sabar ingin makan burger hitam bertabur wijen itu, eit tapi seperti biasa bahkan tanpa dikomando kami langsung mengambil gambar dari segaa arah dan posisi. 
 
Nikmatnya bikin merem melek
proses pengambilan gambar
Setelah puas berfotoria, saya langsung pilih burger hitam, nikmatnya gigitan pertama roti nya lembut (selembut hati mu *eah), manis gurih bercampur daging dengan aroma panggangnya yang terasa sekali dagingnya, dengan lumuran saus tartar menyatu dengan crunchi nya selada. Lengkap sudah, akhirnya L Burger kota bandarlampung ini jadi pilihan yang pas buat para pecinta burger di lampung. Rasa yang di hadirkan berbeda dengan burger yang sudah-sudah, tiada duanya. Pengen nambah, tapi harus segera menuju stasiun karena jam kereta akan beranngkat. Dan sampai sekarang belum bisa move on dengan kenikmatan L Burger.
Yummi Susah Move on deh

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "L Burger Kota Bandar Lampung"

Posting Komentar

Terpopuler

Rayakan Hari Anak Nasional Di Pulau Pasaran, Lampung

Saya Anak Indonesia, Saya Gembira Mendung tak berarti hujan, begitulah kira-kira suasana pagi itu sebelum keberangkatan aku menuju...