Wisata Ikan teri Pulau Pasaran, Lampung

mba siska lagi ngapain hehe


Sebelum menulis ini sejujurnya aku bingung tempat mana wisata mana yang pernah aku kunjungi. Maklum saja anak kuliahan yang berkantong pas-pasan, suka mikir gak uang jajan akan teralihkan dan habis dalam sekejap. 

Sekitar 15 list tempat yang pernah aku kunjungi, aku memilih 3 tang paling berkesan seperti tempat berfoto paling kekinian di bandar lampung puncak mas, Camp 19 dan pulau pasaran.
Meskipun bukan tempat wisata pada umumnya tapi aku lebih tertarik untuk mengenalkan tempat yang penuh  dengan panorama yang indah dari sudut kota bandarlampung, kalau di novel Hujanuari senja yang indah bersama senja hehe.
Oke pasti banyak yang belum tahu dimana keberadaan pulau pasaran, nah pulau pasaran menurut aku agak susah gampang nyarinya. Kalau dari pusat kota tugu adipura (bunderan gajah) sekitar 15 – 20 menit, ke arah teluk betung kalau aku biasanya kearah lempasing begitu ketemu Jembatan nanti ada gang ke arah kiri bisa mengikuti jalan itu sampai ketemu dengan spanduk Pulau pasaran pengolahan ikan.
Untuk memasuki pulau pasaran tidak memerlukan biaya sepeserpun, bisa di bilang nol rupiah. Perjalanan menuju pulau pun tak perlu menggunakan  kapal, jadi motor tak perlu dititipkan, tapi sayangnya hanya untuk kendaraan beroda dua ya kalau becak masih bisa lah tapi kalau mobil tidak bisa masuk.

Kapal-Kapal Nelayan Sepanjang Jalan

Penyeberangan kini sudah ada jembatan, jadi kita bisa membayangkan jembatan selatsunda yang konon akan di bangun di atas laut hehe. Kalau pas pasang itu wow banget rasanya kita disuguhkan dengan kapal-kapal nelayang yang semlaman meniti lautan, untuk mencari nafkah memanjangkan napas.
Sampai dengan mudah dan selamat di Pulau Pasaran, terus mau ngapain?
Kalau aku suka langsung kepinggiran dermaganya, shoot sana shoot sini asin banget udaranya. Disana juga aku beli ikan teri nasi atau jengki langsung dari pengelola terinya, bahkan ikut ngejemur ikan-ikan yang baru semalem di masak di tengah laut selepas ditangkap.
Terus ada apalagi, memang tak banyak tempat yang perlu di kunjungi. Karena luas pulau tak terlalu besar jadi bisa jalan kaki dan sampai di semua tempat. Kita bisa menyusuri seluruh pulau yang di penuhi degnan ikan teri yang di jemur berjalan di antara nampan-nampan teri. Bercengkrama dengan warganya, tanya-tanya soal bengolahan dan pendistribusian teri dan aku paling sering mampir kerumah bacanya bisa baca dan pinjam buku gratis.
Penjemuran Ikan Teri

Main sama-sama anak-anak pulau pasaran dan yang tak kalah penting mengabadikan setiap momen, view di pulau pasaran sangat langka. Di pagi hari kalian bisa melihat ibu-ibu mengenakan topi caping dari bambu yang lebar itu menuju tempat penjemuran ikan, ada yang sedang melipat kardus-kardus wadah ikan teri, ada yang sibuk mensortir enis ikan.
Keseruan Bocah Pulau Pasaran

Siang hari kalian bisa melihat bocah-bocah seumuran 7-12 tahun bermain bola di lapangan yang tak terlalu besar dekat dengan gedung rumah baca. Mengabadikan keceriaan mereka dengan menghirupi asinnya laut jadi sesuatu yang tak bisa kita rasakan sebelumnya. Di sore hari kita bisa melihat senja yang pulang, memeluk rindu oleh laut.
Paling seru dan menarik menurut aku pulau pasaran itu mendekatkan kita dengan rasa syukur.

Tugas Neblog 2 bersama Naqqiyah syam































Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wisata Ikan teri Pulau Pasaran, Lampung"

Posting Komentar

Terpopuler

Rayakan Hari Anak Nasional Di Pulau Pasaran, Lampung

Saya Anak Indonesia, Saya Gembira Mendung tak berarti hujan, begitulah kira-kira suasana pagi itu sebelum keberangkatan aku menuju...